Minggu, 02 Juni 2013

Sebuah Hal Bodoh

 Mungkin hal bodoh bukan lah suatu buah, tapi suatu hal, ya, suatu hal. Kali  ini,  silahkan kalian lihat dan baca beberapa hal konyol yang saya lakukan kayak salah ngetik dengan frontal, nanya temen sunat dimana di wall facebook dengan capslcok menyala....

 Berikut satu penjelasan dari halo konyol yang saya lakukan
1. Kalau bukan karena mau sunat, saya belum tentu berbuat begini
     Berawal dari rasa penasaran saya, yang tak puas atas jawaban teman saya. Dasar saya penasaranan, berikut inti percakapan kami :
Saya      : "Lo sunat dimane?"
Teman   : "Sunat senterrrr"
Saya      : "Dimanaa?"
Teman   : "Sunat centreee"
    Padahal bukan itu maskud saya, yang saya maksud, tempat khitan center itu dimana, sekian lama pertanyaan saya belum terjawab, saya dan teman saya alihkan pertanyaan seperti ini :
Saya     : "Rame gak disana?"
Teman  : "Rame, waktu itu, si Adit (temen saya yang lain) juga sunat, aku sama dia ketemuan di sana, dia
               sunatnya kaaknya 5 menit habis aku udah sunat"
(kira kira perckapan saya dengan teman saya waktu itu seperti itulah)
      Hebat juga teman saya, bahkan sekian menitnya pun ia perhitungkan! Saya yakin teman anda jarang yang seperti itu. Hingga sekian lama, saya bosan dengan semua perihal sunat ini, saya sendiri sekarang yang alihkan pertanyaan menjadi "Berapa harganya?" Hm..., pikir pikir saya hebat juga, dari tempat, ramai atau tidak, hingga menit, kami bicarakan bersama, terlalu fantastis untuk hanya sebuah percakapan "sunat".
        Untungnya, tidak ada pikiran di benak saya untuk bertanya bagaimana keadan ***** mu sekarang . Tapi saya hanya bertanya sakit atau tidak, dan pertanyaan normal lainnya. Sepanjang beberapa menit saya habiskan hanya untuk menanyakan sunat dan sunat , dan sunat seterusnya hingga chat kami di facebook selesai.
          Anhnya, ini dia  yang-saya-tak-tahu-kenapa. Tiba - tiba saya berpikiran aneh, sebetulnya tidak. Saya bertanya lagi di dinding facebook dengan sangat sangat konyol overdosis ini, saya mengetik ini di wall facebook teman saya :
"EL, KAMU UDAH SUNAT? DIMANA?"
ya, itulah speertinya kalau tak salah yang saya ketik waktu itu
(Hei, saya waktu itu masih kecil, jadi jangan kira saya masih melakukan itu sekarang.)

 Lucunya, saat waktu itu saya bertanya sunat dimana pada teman saya, dia menjawab tempatnya di semarang (tempat saya tinggal). Tapi jauh dari semua itu, saya malah mencari tempat di......... Jakarta.
Dan setelah menemukan website nya, esoknya saya langsung menuju ke tempatnya.

Sabtu, 01 Juni 2013

"Mainstream" Wor(l)d

 MAINSTREAM. Sebenrnya saya juga tak tau pasti apa makna sebnarnya dari mainstream. Tapi, dilihat dari akun twitter saya dan timeline, penggunaan kata mainstream diartikan sebagai kata "sudah biasa". Seperti contoh tweet orang dibawah ini "
- "Suwung terlalu mainstream"
Hmm...., memang benar juga, kata kata suwung sudah sangatlah terlalu mainstream, atau saya sebut overdosis manistream. Namun, kalau boleh saya sedikit menyindir, setelah saya lihat tweet orang yang berkata suwung terlalu mainstream, tetap saja, isi TimeLine mereka dihiasi oleh kata tadi, suwung, ya, suwung.

 2 kata terlalu mainstream lainnya di tweet orang, ada "Test" > Kata pertama saat membuka twitter bagi sebagian orang, dan kata "EXIT" > Kata terakhir ketika kita akan log out. Namun sama saja, walaupun ada orang yang berkata di dunia maya "2 kata tersebut terlalu membosankan dan mainstream", yakinlah saja, mereka sebagian besar (mungkin) juga mengeluarkan sebuah tweet yang terdapat kata test dan exit

 Maaf atas sindiran saya yang diatas bagi anda yang merasa. Karena saya juga pernah melakukan, ngetweet kata kata membosankan. Walaupun sudah tidak saya lakukan!