Mungkin hal bodoh bukan lah suatu buah, tapi suatu hal, ya, suatu hal. Kali ini, silahkan kalian lihat dan baca beberapa hal konyol yang saya lakukan kayak salah ngetik dengan frontal, nanya temen sunat dimana di wall facebook dengan capslcok menyala....
Berikut satu penjelasan dari halo konyol yang saya lakukan
1. Kalau bukan karena mau sunat, saya belum tentu berbuat begini
Berawal dari rasa penasaran saya, yang tak puas atas jawaban teman saya. Dasar saya penasaranan, berikut inti percakapan kami :
Saya : "Lo sunat dimane?"
Teman : "Sunat senterrrr"
Saya : "Dimanaa?"
Teman : "Sunat centreee"
Padahal bukan itu maskud saya, yang saya maksud, tempat khitan center itu dimana, sekian lama pertanyaan saya belum terjawab, saya dan teman saya alihkan pertanyaan seperti ini :
Saya : "Rame gak disana?"
Teman : "Rame, waktu itu, si Adit (temen saya yang lain) juga sunat, aku sama dia ketemuan di sana, dia
sunatnya kaaknya 5 menit habis aku udah sunat"
(kira kira perckapan saya dengan teman saya waktu itu seperti itulah)
Hebat juga teman saya, bahkan sekian menitnya pun ia perhitungkan! Saya yakin teman anda jarang yang seperti itu. Hingga sekian lama, saya bosan dengan semua perihal sunat ini, saya sendiri sekarang yang alihkan pertanyaan menjadi "Berapa harganya?" Hm..., pikir pikir saya hebat juga, dari tempat, ramai atau tidak, hingga menit, kami bicarakan bersama, terlalu fantastis untuk hanya sebuah percakapan "sunat".
Untungnya, tidak ada pikiran di benak saya untuk bertanya bagaimana keadan ***** mu sekarang . Tapi saya hanya bertanya sakit atau tidak, dan pertanyaan normal lainnya. Sepanjang beberapa menit saya habiskan hanya untuk menanyakan sunat dan sunat , dan sunat seterusnya hingga chat kami di facebook selesai.
Anhnya, ini dia yang-saya-tak-tahu-kenapa. Tiba - tiba saya berpikiran aneh, sebetulnya tidak. Saya bertanya lagi di dinding facebook dengan sangat sangat konyol overdosis ini, saya mengetik ini di wall facebook teman saya :
"EL, KAMU UDAH SUNAT? DIMANA?"
ya, itulah speertinya kalau tak salah yang saya ketik waktu itu
(Hei, saya waktu itu masih kecil, jadi jangan kira saya masih melakukan itu sekarang.)
Lucunya, saat waktu itu saya bertanya sunat dimana pada teman saya, dia menjawab tempatnya di semarang (tempat saya tinggal). Tapi jauh dari semua itu, saya malah mencari tempat di......... Jakarta.
Dan setelah menemukan website nya, esoknya saya langsung menuju ke tempatnya.
Saya : "Lo sunat dimane?"
Teman : "Sunat senterrrr"
Saya : "Dimanaa?"
Teman : "Sunat centreee"
Padahal bukan itu maskud saya, yang saya maksud, tempat khitan center itu dimana, sekian lama pertanyaan saya belum terjawab, saya dan teman saya alihkan pertanyaan seperti ini :
Saya : "Rame gak disana?"
Teman : "Rame, waktu itu, si Adit (temen saya yang lain) juga sunat, aku sama dia ketemuan di sana, dia
sunatnya kaaknya 5 menit habis aku udah sunat"
(kira kira perckapan saya dengan teman saya waktu itu seperti itulah)
Hebat juga teman saya, bahkan sekian menitnya pun ia perhitungkan! Saya yakin teman anda jarang yang seperti itu. Hingga sekian lama, saya bosan dengan semua perihal sunat ini, saya sendiri sekarang yang alihkan pertanyaan menjadi "Berapa harganya?" Hm..., pikir pikir saya hebat juga, dari tempat, ramai atau tidak, hingga menit, kami bicarakan bersama, terlalu fantastis untuk hanya sebuah percakapan "sunat".
Untungnya, tidak ada pikiran di benak saya untuk bertanya bagaimana keadan ***** mu sekarang . Tapi saya hanya bertanya sakit atau tidak, dan pertanyaan normal lainnya. Sepanjang beberapa menit saya habiskan hanya untuk menanyakan sunat dan sunat , dan sunat seterusnya hingga chat kami di facebook selesai.
Anhnya, ini dia yang-saya-tak-tahu-kenapa. Tiba - tiba saya berpikiran aneh, sebetulnya tidak. Saya bertanya lagi di dinding facebook dengan sangat sangat konyol overdosis ini, saya mengetik ini di wall facebook teman saya :
"EL, KAMU UDAH SUNAT? DIMANA?"
ya, itulah speertinya kalau tak salah yang saya ketik waktu itu
(Hei, saya waktu itu masih kecil, jadi jangan kira saya masih melakukan itu sekarang.)
Lucunya, saat waktu itu saya bertanya sunat dimana pada teman saya, dia menjawab tempatnya di semarang (tempat saya tinggal). Tapi jauh dari semua itu, saya malah mencari tempat di......... Jakarta.
Dan setelah menemukan website nya, esoknya saya langsung menuju ke tempatnya.